Internasional

Satu Demonstran Tewas Ditembak Gelombang Protes Kematian George Floyd Meluas & Berujung Rusuh

Gelombang demonstrasi meluapkan aksi protes kematian George Floyd, meluas di Amerika Serikat. Aksi aksi demonstrasi dilaporkan banyak berujung kerusuhan dan mulai ada jatuh korban jiwa. Di Detroit, dilaporkan seorang demonstran tewas tertembak saat terjadi kericuhan.

Kepala Kepolisian Detroit James Craig mengonfirmasi insiden itu pada Jumat (29/5/2020) tengah malam waktu setempat. Seorang pria diketahui ditembak di dekat kerumuman massa di CadillacSquare. Penembakan itu terjadi di dekat Jalan Congress dan Jalan Randolph, saat seseorang yang mengemudikan mobil DodgeDurango melepaskan tembakan ke kerumunan.

Pelaku kemudian melarikan diri. Namun, korban yang dilarikan ke rumah sakit nyawanya tak tertolong. Polisi pun tengah melakukan penyelidikan di sekitar lokasi insiden penembakan. Diketahui, buntut kematian George Floyd membuat empat polisi dipecat Kepolisian Minneapolis.

Dari catatan , dua dari empat polisi itu memiliki deretan kasus kekerasan. Keempat polisi itu, termasuk Derek Chauvin yang terlihat menginjak leher Floyd dengan lututnya, dipecat dari usai kematian korban. Hingga berita ini diunggah, otoritas negara AS dan FBI sedang menyelidiki kasus ini, tetapi belum ada tuntutan yang diajukan terhadap para pelaku.

Dilansir dari Insider , ini bukan pertama kalinya Chauvin (44) terlibat dalam insiden kekerasan, selama 19 tahun kariernya di Departemen Kepolisian Minneapolis. Sebelumnya ia sempat terlibat insiden insiden kekerasan lainnya, termasuk tiga penembakan oleh polisi. Ia juga telah diadukan 10 kali ke Otoritas Tinjauan Sipil Kota dan Kantor Perilaku Polisi. Pelaku lainnya bernama Tou Thao memiliki catatan insiden serupa. Ia pernah digugat di pengadilan pada 2017.

Deretan kasus Chauvin Chauvin diketahui banyak terlibat dalam kasus kematian dan penembakan sebelumnya, serta telah menjadi subyek dari beberapa keluhan. Pada 2006 ia termasuk di antara enam polisi yang menangani kasus penikaman, menurut laporan kelompok aktivis Minnesota Communities United Against Police Brutality tahun 2016. Laporan itu menyebutkan, Wayne Reyes yang dicurigai menikam pacar dan seorang temannya, dicegat di kendaraannya oleh keenam polisi itu.

Mereka lalu menembaknya dan ia tewas seketika. Polisi berdalih, itu dilakukan karena Reyes mengarahkan senapan ke arah mereka. Kemudian dua tahun berselang, tepat setelah jam 2 dini hari Chauvin menanggapi panggilan 911 di daerah Phillips, Minneapolis, demikan yang diberitakan Pioneer Press. Chauvin dan rekannya memasuki rumah pelapor dan berhadapan dengan Ira Latrell Toles, usai kekasihnya menelepon polisi.

Toles coba melarikan diri, tetapi "mereka menangkap dan coba melumpuhkannya," kata sebuah pernyataan polisi. Laporan itu mengatakan, Toles "merebut salah satu senjata petugas", dan Chauvin menembaknya di dada. Di awal 2008, Departemen Kepolisian memberi Chauvin medali atas keberaniannya menanggapi insiden dengan pria bersenjata, menurut pemberitaan Pioneer Press yang dilansir Insider .

Kemudian pada 2011, Chauvin terlibat dalam kasus penembakan oleh polisi yang ketiga. Dia termasuk di antara lima polisi yang menanggapi laporan penembakan. Leroy Martinez (23), seorang penduduk asli Alaska terlihat berlari dari lokasi kejadian dan para polisi mengejarnya, demikian laporan media setempat. Polisi mengatakan, Martinez menodongkan pistol saat ia melarikan diri.

Perempuan itu menambahkan, Martinez telah menjatuhkan senjatanya dan mengangkat tangan, tetapi polisi justru menembaknya. Selama hampir dua dekade mengabdi di Kepolisian Minneapolis, Chauvin telah menjadi subyek dari beberapa keluhan internal, menurut database Communities United Against Police Brutality (CUAPBP). Dalam tiga ulasan terpisah dari Otoritas Tinjauan Sipil, Chauvin ditemukan menggunakan "nada merendahkan", "bahasa yang merendahkan", dan "bahasa bahasa lain".

Dia juga menjadi subyek tujuh ulasan oleh Kantor Polisi setempat. Setiap ulasan menyimpulkan, "Ditutup Tidak disiplin". Tidak ada keterangan lain dari keterangan itu. Sementara itu Tou Thao, polisi yang berjaga saat Chauvin menginjak leher George Floyd, pernah menyelesaikan gugatan penggunaan kekuatan berlebihan dengan membayar 25.000 dollar AS (Rp 366 juta).

Penuntutan itu terjadi pada 2017. Si penggugat, Lamar Ferguson, sedang berjalan dengan seorang ibu hamil pada 2014, ketika Thao dan polisi lainnya bernama Robert Thunder mencegat mereka. Thao dan Thunder lalu memukuli Ferguson, demikian dugaan yang diajukan saat proses hukum. Pengaduan itu menerangkan, Ferguson menahan "pukulan, tendangan, dan lutut ke wajah dan tubuh" ketika "tidak berdaya dan diborgol", yang menyebabkan ia "patah gigi, memar, dan trauma."

Para polisi membawa Ferguson ke rumah sakit setempat untuk dirawat. Saat mereka mengantarnya ke penjara, Thunder meninggalkannya hanya mengenakan "kaus dan celana dalam".

Berita Terkait

Kini Idap Kanker Perut Wanita Ini Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Nurofia Fauziah

Alasannya Tak Biasa Viral Istri Jual Suami Seharga Rp 100 Juta menuju Pelakor

Nurofia Fauziah

Jepang Perluas Larangan Masuk Pengunjung dari India & 10 Negara Lainnya

Nurofia Fauziah

5 Tahun Berjuang Lawan Kanker VIRAL Pasangan Ini Gelar Pernikahan Sekaligus Pemakaman setelah 5

Nurofia Fauziah

2.600 Wartawan Asing Mendaftar Untuk Wartakan Pertemuan Puncak Trump Kim Di Vietnam

Nurofia Fauziah

Tapi Justru Temukan Kenyataan Pahit Wanita Pesankan Makanan Pakai Ojol buat Pacarnya yang Sakit

Nurofia Fauziah

Dibakar Hidup Hidup Oleh Teman Sekolahnya, Siswa SMA Ini Tewas Dengan Luka Bakar Di Sekujur Tubuh

Nurofia Fauziah

Orangtua Tidak Tahu Masalah Sang Anak Bocah Berusia 10 Tahun di Malaysia Gantung Diri di Kamar

Nurofia Fauziah

Gubernur Berharap Tim Olahraga Indonesia Jadikan Kochi Jepang Sebagai Basecamp Persiapan Olimpiade

Nurofia Fauziah

Reaksi Salman Khan Saat Diajak Katrina Kaif Menikah dalam Film Bharat

Nurofia Fauziah

Kami Tak Ribut seperti Amerika Turki Tangkap Anggota Keluarga Abu Bakr al Baghdadi Erdogan

Nurofia Fauziah

Pria Ini Lakukan Sesi Foto dengan ‘Arwah’ Istrinya, Ternyata Ini Tujuannya

Nurofia Fauziah

Leave a Comment