Nasional

Mardani Yakini Penurunan Presidential-Pilkada Threshold Akan Buat Banyak Orang Baik Masuk Politik

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meyakini penurunan presidential dan pilkada threshold akan membuat banyak orang baik masuk atau terjun ke ranah politik. Hal ini diungkap Mardani dalam diskusi online 'Pengaruh Pandemi Covid 19 terhadap Peran Partai Politik dan Pilkada Serentak', Sabtu (27/6/2020). "Partai Keadilan Sejahtera ingin threshold untuk presidential dan pilkada turun lima persen, sama seperti parliamentary threshold, kita ingin tidak ada batasan," ujar Mardani.

Dia mengungkap apabila nantinya terjadi penurunan ambang batas, maka akan terjadi pengajuan yang berat terhadap calon yang akan masuk ke parlemen, pilkada, maupun pilpres. Menurutnya itu akan terjadi karena adanya level kompetisi yang semakin tinggi. Peluang bagi orang baik masuk ke ranah politik pun makin tinggi. "Karena apa? Competitiveness kita tinggi. Makin tinggi level kompetisi, entry to balancenya makin kecil. Jadi makin banyak orang baik masuk politik, akan terjadi kontestasi orang orang baik, terpilihlah orang terbaik," jelasnya.

Ketua DPP PKS tersebut mengatakan hal ini penting untuk diperhatikan lantaran pilkada serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember mendatang memiliki biaya mahal, karena dilaksanakan di tengah pandemi. Sehingga harus dipastikan yang terpilih nantinya adalah pemimpin yang terbaik. Salah satu kriterianya yaitu sosok yang dipilih bukan karena memiliki relasi tertentu dengan pejabat tertentu. "Mahal sekali pilkada ini, biaya kesehatan mahal, anggaran mahal, keberaniannya mahal, karena itu kita harus pastikan terpilih pemimpin pemimpin terbaik," kata dia.

"Harus jelas siapa yang dipilih, harus berkurang politik uang, harus berkurang oligarki. Harus hilang pemimpin yang dipilih karena ini data bapak saya, suami saya, jangan (seperti itu). Harus ada kampanye," tandasnya.

Berita Terkait

75 WNI di Mesir yang Dipulangkan KBRI Kairo Sebagian Besar Para Peserta Kursus Bahasa Arab

Nurofia Fauziah

Terus Bawa Benda Satu Ini Ini Kabar Pemeran Wanita Video Vina Garut Lama Tak Terdengar

Nurofia Fauziah

Apkasi Ajak Daerah Beri Masukan RUU Cipta Kerja Sebagai Rekomendasi menuju DPR

Nurofia Fauziah

Berawal dari Wali Murid Tak Miliki Smartphone Kisah Guru SD di Sragen Ngajar Siswa Door to Door

Nurofia Fauziah

Dulu Kalau Ketemu Orang yang Bersin Kita Mendoakan Sekarang Lari Tunggang-langgang Fahri Hamzah

Nurofia Fauziah

Kemen PPPA Gelar Penghargaan Inovasi Perempuan dan Anak, Pendaftaran Gratis

Nurofia Fauziah

Siapkan & Lengkapi ketentuan Ini Agar Rencana Naik Pesawat Tak Ditolak Petugas

Nurofia Fauziah

Tertular dari Warga Jepang hingga Kondisi Terkini Fakta-fakta Dua WNI yang Terjangkit Virus Corona

Nurofia Fauziah

Pemberian THR Pejabat UNJ Kepada Pejabat Kemendikbud Tanpa Sepengetahuan si Penerima

Nurofia Fauziah

Pemerintah Jamin Pasien Ditanggung BPJS Kesehatan 2 WNI di Depok Positif Virus Corona

Nurofia Fauziah

Proses Hukum KPK Penting buat Seleksi Jaksa-jaksa ‘Nakal’

Nurofia Fauziah

Kemendikbud Diminta Perbaiki Manajemen Pendidik Hari Guru

Nurofia Fauziah

Leave a Comment