Internasional

‘Korban Pura Pura Tidur’ Reynhard Sinaga Beri Pengakuan Mengejutkan Soal Pemerkosaan Yang Dilakukan

Reynhard Sinaga memberikan pengakuan mengejutkan terkait kasus pemerkosaan yang menjeratnya. Pria Indonesia yang tinggal di Inggris ini dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester lantaran memperkosa puluhan pria. Reynhard Sinaga dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan terhadap 48 pria dengan 159 dakwaan.

Pemerkosaan terhadap ratusan pria tersebut dilakukan Reynhard Sinaga dalam kurun waktu 2,5 tahun. Terbukti bersalah dan memperkosa ratusan pria, Reynhard Sinaga sempat melontarkan pembelaan. Pria berusia 36 tahun ini tak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya.

Dalam pembelaannya, Reynhard Sinaga melontarkan pengakuan yang cukup mengejutkan. Reynhard Sinaga juga mengaku menikmati apa yang dilakukannya tersebut. Padahal para korban pemerkosaan Reynhard Sinaga mengalami trauma hingga ingin bunuh diri.

Menjelang vonis bersalah oleh tim juri pada sidang tahap keempat pada 13 Desember 2019, Reynhard Sinaga memberikan pembelaannya. Mengenakan blus abu abu dan jeans, dengan rambut sebahu, Reynhard menyanggah melakukan perkosaan, dilansir BBC Indonesia Selasa (7/1/2020). Sambil berkali kali menyisir rambut dengan jari jarinya, Reynhard memulai pembelaannya di depan tim juri yang berjumlah 12 orang melalui pertanyaan yang diajukan pengacaranya, Richard Litter.

Pria yang melanjutkan studi diInggrisdengan visa pelajar pada Agustus 2007 ini menyatakan bahwa ia melakukan penetrasi terhadap para pria yang ia katakan menyetujui dan sadar melakukan hubungan seksual. Ia memfilmkan semua aksinya dengan dua telepon genggam, satu untuk jarak jauh dan satu untuk jarak dekat. Reynhard juga mengatakan semua setuju untuk difilmkan dan apa yang dilakukan telah dibicarakan sebelumnya.

Jaksa mengatakan semua pria yang difilmkan tidak sadar dan tidak bereaksi apa pun ketika Reynhard melakukan aksinya. Saat ditanya apakah para pria dalam film film itu tidur, ia mengatakan, "Mereka berpura pura tidur." Di dalam ruang sidang, Reynhard bersuara kalem dan terdengar sedikit melengking atau menaikkan intonasi suara di setiap ujung kalimat.

"Saya rasa begitu, mungkin karena saya keperempuan perempuanan," katanya ketika ditanya kuasa hukum apakah suaranya seperti perempuan. "Saya gay," katanya lagi. "Saya menikmati seks," tambahnya.

Terbuka dengan orientasi seksual ini, kata Reynhard, merupakan pesan untuk membuka peluang potensi mencari pasangan. Ia mengatakan tak pernah melakukan apa yang disebut dengan chemsex, atau berhubungan seksual dengan menggunakan obat, istilah yang biasa digunakan di antara gay dan pria biseksual. Namun pria 36 tahun ini mengakui suka melakukan "fantasi seks".

"Saya menikmati memfilmkan saat sayaberhubungan seks" tambah Reynhard sambil menambahkan bahwa ia menggunakan kamera telepon genggamnya untuk memfilmkan aksinya itu. "Saya menikmati mempenetrasi pria dan bermain fantasi seks saat mereka berpura pura tidur." "Pria yang saya temui, mereka menikmati dipenetrasi," katanya lagi kepada tim juri.

Reynhard merekam tindak perkosaannya terhadap puluhan korban melalui dua telepon genggamnya. Polisi melacak para korban melalui rekaman videopemerkosaanyang dilakukan Reynhard dalam rentang waktu dua setengah tahun dari Januari 2015 sampai ia tertangkap pada Juni 2017. Kepolisian Manchester Raya mengatakan jumlah korban dapat mencapai 190 orang, termasuk 48 orang yang kasusnya telah diadili.

Para korban pria muda—semuanya pria kulit putih Inggris dengan usia rata rata 21 tahun—terlihat dalam video tidak sadarkan diri setelah dibius dan sebagian terdengar mendengkur. Namun Reynhard mengatakan suara yang terdengar itu bukan mendengkur dan merupakan bagian dari permainan seks. Ia mengatakan "akan berhenti melakukan hubungan seksual" bila ia merasa pria yang ia ajak "berhubungan dalam keadaan tidak sadar".

Pria berusia 36 tahun ini menyanggah membeli obat GHB (gamma hydroxybutyrate) untuk membius korbannya. Polisi memang tidak menemukan obat bius di apartemen Reynhard di pusat kota Manchester, tempat ia melakukan puluhan tindak perkosaan itu. Tetapi hakim dalam putusannya mengatakan yakin bahwa Reynhard membius korban dengan mencampur GHB ke dalam minuman alkohol, karena kondisi korban yang tidak bereaksi sama sekali saat diperkosa.

Pakar toksikologi mengatakan GHB—yang disebutkan polisi dapat dibeli di toko toko obat di Manchester—menyebabkan orang tidak sadarkan diri selama berjam jam dan membuat tubuh longgar, kondisi yang memudahkan penetrasi. Dalam keterangan di depan tim juri pada 13 Desember 2019, Reynhard juga mengatakan bahwa 13 pria yang kesaksiannya didengar pada sidang tahap empat "mendekati saya" dan bahwa "saya selalu bersedia untuk berhubungan seks". Saat ditanya kuasa hukumnya, Richard Litter, apa yang ia sepakati dengan para pria itu, Reynhard mengatakan, "Saya bisa memfilmkan dan melakukan fantasi seks saya."

Reynhard mengatakan ke 13 pria heteroseksual yang bersaksi di sidang tahap empat itu, "Mungkin menyesali atau merasa malu tentang itu [melakukan hubungan seks dengannya]…namun pada malam saat kami setuju melakukannya, mereka tahu apa yang terjadi." Polisi Manchester menyebut Reynhard memiliki keterampilan tinggi untuk "perilaku predator" karena cepat mencari sasaran. Dalam rekaman CCTV di seputar apartemennya, Reynhard tampak sering keluar lewat tengah malam dan dalam satu aksinya, ia kembali dengan seorang pria hanya dalam waktu 60 detik.

Dalam pembelaan pada 13 Desember 2019, ia mengatakan di pengadilan bahwa, "Saya selalu tersedia kapan saja… Saya mungkin terlihat seperti waria dan itu sangat populer di antara pria yang ingin cari tahu dan mencari pengalaman dengan gay." Ia juga mengatakan bahwa dia mencari tempat tinggal "di antara komunitas gay" dan sering keluar malam di gay village (kawasan gay di Manchester). Reynhard menggambarkan dirinya sebagai flamboyan dan mengaku menggunakan aplikasi mencari pasangan pria untuk berhubungan seks.

Kasus perkosaan berantai oleh Reynhard Sinaga terungkap pada Juni 2017 setelah seorang pria yang tengah diperkosanya terbangun dan langsung memukulnya. Pria itu dalam kondisi tengkurap dan Reynhard menindihnya dalam keadaan tanpa busana di kamar mandi. Reynhard langsung dipukul sampai tak sadarkan diri dan pria tersebut menelepon polisi.

Dalam dua telepon seluler Reynhard, polisi menemukan rekaman film berjam jam perkosaan yang dilakukan Reynhard di apartemennya. Polisi juga menemukan berbagai barang milik korban di apartemennya, termasuk telepon genggam dan kartu bank. Reynhard menyanggah mencuri barang barang itu sebagai trofi.

"Barang barang itu ketinggalan secara tak sengaja dan saya tidak tahu bagaimana mengembalikannya," katanya. Dalam pemeriksaan silang pada 16 Desember 2019, Jaksa Iain Simkin, sambil berdiri, memulai pernyataan dengan mengatakan, "Pak Sinaga, Anda adalah pemerkosa berantai. Yang memerkosa korban ketika mereka tidak sadar." Reynhard menjawab, "Saya mengerti, tapi saya tidak setuju [dengan pernyataan tersebut]."

Kalimat "saya mengerti, tapi saya tidak setuju" terus diulang ulang oleh Reynhard sepanjang persidangan hari Senin (16/12/2019) itu. Reynhard menggambarkan dirinya sebagai "seseorang yang bisa memuaskan keinginan seksual orang orang yang memerlukan". Ia mengatakan, "Semua korban tengah dalam kondisi pura pura tidur ketika ia melakukan adegan seksual terhadap mereka".

Pernyataan serupa juga ia katakan dalam pembelaan pada sidang tahap pertama pada Juni 2018. Reynhard memberikan pembelaannya pada sidang tahap pertama dan keempat, dari persidangan terpisah empat tahap ini. Ia juga mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah "bagian dari fantasi seksual yang tak lazim, namun bisa ditemukan secara underground (bawah tanah)".

Jaksa dengan mengacu pada bukti berupa rekaman video yang ditemukan di dua telepon genggam Reynhard mengatakan bahwa "semua korban diberi obat yang membuat mereka tidak sadar dan ketika dalam keadaan tidak sadar inilah mereka diperkosa". Jaksa Simkin menyatakan, "Karena dalam keadaan tidak sadar, maka tidak mungkin bagi Reynhard mendapatkan persetujuan dari korban untuk melakukan tindakan seksual". Reynhard mengatakan "saya tidak setuju" dan menyatakan bahwa para korban "pura pura tidur, yang adalah bagian dari permainan seks".

Jaksa mengatakan, bagaimana menyimpulkan mereka pura pura tidur, jika korban "tidak menunjukkan tanda tanda terangsang secara seksual". Jaksa menambahkan semua korban seperti terlihat dalam rekaman video "memiliki tingkat pernapasan seperti layaknya orang tidur". Reynhard menjawab, "Saya tidak setuju."

Sementara wartawan dan pengunjung, hanya mendengar suara orang mendengkur dari rekaman video tersebut. Reynhard mengatakan bahwa "suara dengkuran bisa ditiru [oleh orang yang pura pura tidur]". Jaksa berulang kali mengatakan bahwa semua korban "diberi minuman keras dan obat, yang membuat mereka tidak sadar".

Reynhard menjawab, "Bagaimana mungkin saya memberi mereka obat? Saya bukan ahli bius. Kalau saya memberi mereka obat, korban pasti harus dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia." Jaksa mengatakan, "Ini adalah suatu keberuntungan semata mata bahwa korban tidak sakit atau meninggal dunia." Jaksa juga mengatakan Reynhard "mencoba coba (trial and error) takaran obat, untuk memastikan bahwa korban tidak sadar, namun tidak sampai membuat nyawa mereka terancam".

Reynhard tetap menyanggah dan menjawab, "Saya tidak setuju." Jaksa memutar satu rekaman video, di mana jaksa mengatakan korban sepertinya tertidur, tengah diperkosa, dan tiba tiba korban bergerak. "Anda [langsung] merapikan celana dan bergerak menjauhi korban. Mengapa Anda bergerak menjauh?" tanya jaksa dan dijawab Reynhard, "Ini tindakan yang normal."

Jaksa melanjutkan, "[Anda menjauh dari posisi korban karena] Anda pasti khawatir korban terbangun dan mendapati Anda tengah memerkosanya." Reynhard kembali menjawab, "Tidak [setuju]." Jaksa juga mengatakan Reynhard "harus menciptakan kebohongan demi kebohongan, karena Reynhard tak punya alasan kuat lain untuk membela diri".

Reynhard, lagi lagi menyanggah, "Saya tidak setuju." Jaksa mengatakan, "Anda melihat korban, mengeceknya, dan itu yang selalu Anda lakukan, untuk memastikan ia dalam keadaan tidak sadar [untuk kemudian memerkosanya]." Reynhard menjawab, "Saya tidak setuju."

Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup dalam empat persidangan kasus perkosaan berantai terbesar dalam sejarah yudisial Inggris.

Berita Terkait

Rasanya Seperti Mimpi sang Suami Meninggal setelah Main Futsal Baru Menikah 2 Bulan sang Istri

Nurofia Fauziah

Atraksi Pencak Silat Dan Budaya Kontingen Indonesia Disambut Meriah di Aljazair

Nurofia Fauziah

Presiden Hassan Rouhani Bersumpah Menuntut Pihak yang Bersalah Kecelakaan Pesawat Ukraina di Iran

Nurofia Fauziah

Singapore Media Festival Gelar IAC buat Perkuat Kemitraan Antar Industri Media Asia

Nurofia Fauziah

Gus Yaqut Kaget Kegiatan DTD Diikuti Antusias Ratusan Peserta Mahasiswa Universitas Al Azhar

Nurofia Fauziah

Politisi Ukraina Tertangkap Kamera Berkomunikasi Dengan PSK Saat Sidang Parlemen Berlangsung

Nurofia Fauziah

Akan Lanjut S3 Teknik & Kedokteran Sekaligus Bocah Jenius Ini capai Gelar Sarjana di umur 9 Tahun

Nurofia Fauziah

Kakek Nenek Melawan Perampok Bersenjata Pakai Sandal dan Kursi Viral, Lihat Videonya

Nurofia Fauziah

Kabar Pemeran Serial Meteor Garden, Jerry Yan yang Kini Sudah Berusia 42 Tahun

Nurofia Fauziah

Nikmat Rasanya Tapi Tidak Mahal Pasar Makanan Tradisional Jepang di Kitakyushu

Nurofia Fauziah

Pasca Digugat Cerai, Song Hye Kyo Tampil Perdana di Depan Publik

Nurofia Fauziah

Ia Sudah Dijadikan Umpan Segera Bawa Pergi & Selamatkan Jika Anda Lihat Kucing dengan Cakar Ungu

Nurofia Fauziah

Leave a Comment