Internasional

Karyawan Perusahaan JDI Jepang Bunuh Diri Setelah Ketahuan Korupsi Ratusan Juta Yen

Seorang mantan eksekutif Japan Display Incorporated (JDI) minggu lalu bunuh diri setelah ketahuan melakukan korupsi ratusan juta yen di perusahaannya. Sebelumnya tersangka yang bertanggungjawab atas masalah akuntansi pembukuan perusahaan JDI telah dipecat beberapa waktu lampau. Tersangka didakwa dengan tuduhan kriminal, korupsi 500 juta yen, termasuk transfer dana perusahaan atas nama biaya pengiriman bisnis ke rekening mitra bisnis fiktif selama lebih dari 4 tahun hingga Oktober 2018.

Pada bulan Desember 2018, dia diberhentikan dari tindakan disipliner dan secara pidana diajukan ke polisi dengan membayar 78 juta yen. Setelah itu, seorang mantan eksekutif menghubungi perusahaan mengatakan, "Selain pemalsuan, perusahaan telah melakukan akuntansi yang tidak sesuai dengan instruksi dari manajemen pada waktu di masa lalu, dan perusahaan mulai menyelidiki fakta fakta yang ada dan terbongkarlah ketidakbenaran pembukuannya." Polisi masih belum mengetahui situasi terperinci dan belum tahu ada tidaknya wasiat dari tersangka kepada keluarga atau yang masih hidup.

Dengan kematiannya akan sulit melakukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut mengenai korupsi 500 juta yen tersebut. Pihak perusahaan JDI bulan lalu juga mengumumkan adanya akuntansi yang tidak patut dalam laporan keuangan di masa lalu. "Mantan eksekutif tersebut melaporkan sebelum 26 November lalu kepada pimpinan JDI mengenai adanya instruksi dari manajemen yang lama mengenai alasan dia melakukan pembukuan yang tidak benar tersebut," ujar sumber itu. Pihak independen dari luar juga telah diminta untuk menyelidiki pembukuan JDI saat ini untuk melihat berbagai ketidakbenaran pembukuan di masa lalu.

Japan Display adalah produsen yang didirikan dengan mengintegrasikan bisnis panel kristal cair Hitachi, Toshiba, dan Sony, dan telah menerima dukungan publik dari dana publik dan swasta. Perusahaan tersebut sempat jatuh dengan munculnya kasus korupsi tersebut. Innovation Network Corporation Jepang (INCJ) membiayai merger divisi Sony, Toshiba, dan LCD Hitachi menjadi satu entitas dengan menginvestasikan dua ratus miliar yen.

Sejak Maret 2014, JDI merupakan satu pemasok raksasa di Jepang untuk panel kristal cair Apple's iPhone, juga Nintendo Switch dan bersama Sharp Corporation sampai tahun 2017. INCJ menjadi pemegang saham terbesar di JDI memiliki saham sebesar 25,29 persen sejak 21 September 2018 sebagai dampak dari adanya perpecahan di INCJ antara grup yang pro dan kontra pengambilalihan JDI.

Berita Terkait

tapi Terlambat Istri yang Kerja di Luar Kota Bergegas Pulang Suami Meninggal Dunia Setelah Futsal

Nurofia Fauziah

Atraksi Pencak Silat Dan Budaya Kontingen Indonesia Disambut Meriah di Aljazair

Nurofia Fauziah

Pemilik Butik Ini Terancam Hukuman Penjara Lakukan Pemotretan dengan Model di Lahan Pemakaman

Nurofia Fauziah

Jamin Kerjasama dengan Negara Berkembang, Xi Jin Ping Terapkan Zero Tolerance terhadap Korupsi

Nurofia Fauziah

Tak Punya SIM A, Polwan di Jepang Pilih Mundur

Nurofia Fauziah

Bintang Hollywood Leonardo DiCaprio Dituding Pelaku Pembakaran Hutan Amazon

Nurofia Fauziah

Jepang Akan Keluarkan UU Darurat Pandemi Influenza Antisipasi Corona Breaking News

Nurofia Fauziah

Festival Lima Langkah Singapura untuk Merayakan Sejarah Chinatown

Nurofia Fauziah

Suami Pergoki Istri Cantiknya Umur 21 Tahun Hobi Selingkuh dengan Kakek-kakek 74 Tahun Baru Menikah

Nurofia Fauziah

Ini 7 Klaim Aneh Pemimpin Korea Utara Negaranya Sembuhkan AIDS & Kanker hingga Tak Ada Orang Cacat

Nurofia Fauziah

PM Jepang Tegaskan Biaya Hanami April Lalu Adalah Biaya Peserta Sendiri

Nurofia Fauziah

Pengakuan Mia Khalifa, Bintang Porno yang Namanya Banyak Dicari di Internet

Nurofia Fauziah

Leave a Comment