Sains

Kabar Terkini ‘Titanic’, Kapal Legendaris yang Habis Dimakan Bakteri Laut

Kapal legendaris Titanic tentu sudah tak asing lagi di telinga publik. Tenggelamnya kapal Titanic bahkan dijadikan sebuah film dan menjadi salah satu film yang cukup laris. Kapal termegah pada jamannya ini tenggelam setelah menabrak gunung es di samudra Atlantik pada tahun 1912.

Titanic memiliki berat 52.310 ton, yang mana hanya butuh waktu kurang dari tiga jam untuk tenggelam. Peristiwa tenggalamnya kapal Titanic menewaskan lebih dari 1.500 orang. Sejak penyelaman pertama yakni 14 tahun lalu, sekelompok tim internasional berhasil mengidentifikasi kapal legendaris ini dan menemukan perubahan besar pada kapal Titanic.

Sejarawan Park Stephenson yang terlibat dalam ekspedisi Titanic mengatakan jika kapal legendaris tersebut telah kembali ke alam. Titanic telah kembali ke alam," ujar Parks Stephenson kepada BBC. Stephenson menyebutkan jika beberapa bagian kapal Titanic telah hilang.

Salah satunya adalah geladak kapten. Seluruh sisi geladak hilang. Dan perlahan tapi pasti, Titanic akan hilang seutuhnya, " tutur Stephenson melanjutkan. Clare Fitzsimmons, seorang ilmuwan yang juga terlibat dalam dalam ekspedisi ini mengatakan jika kapal Titanic habis dimakan bakteri atau mikroba pemakan logam.

Ada banyak mikroba di bangkai kapal yang terus menggerogoti besi ," jelas Clare dilansir dari BBC. Tak hanya dimakan bakteri, erosi dari air asin dan arus air laut yang kuat juga berperan dalam pembusukan kapal. Diketahui, kapal termewah pada jamannya ini kini berada pada 12.500 kaki atau 3.810 meter di bawah permukaan Samudra Atlantik Utara.

Dilansir dari Newsweek, tujuan ekspedisi adalah untuk mendokumentasikan kapal Titanic guna pembuatan film dokumenter oleh Atlantik Productions. Menjelang peringatan seabad tenggelamnya kapal Titanic, NOAA mengatakan jika kapal harus dilindungi. Bahkan pihaknya telah mengeluarkan aturan jika situs Titanic hanya bisa dikunjungi untuk keperluan penelitian ilmuah dan pendidikan.

Aturan ini wajib dipatuhi, lantaran lambung dan struktur kapal besar kemungkinan akan runtuh dalam 50 tahun kedepan.

Berita Terkait

Penjelasan Ilmiah Kalau Mencium Aroma Kentut Itu Bau

Nurofia Fauziah

Penggunaan Teknologi UHT Mampu Menjaga Nutrisi & Rasa Alami Santan Kelapa

Nurofia Fauziah

Catat Jamnya Langit Indonesia Dilintasi Puncak Gerhana Bulan Sabtu 11 Januari 2020

Nurofia Fauziah

Langit Indonesia Akan Dihiasi Supermoon & Penampakan Planet Merkurius Bulan Februari

Nurofia Fauziah

Kapal Riset Baruna Jaya I Dikerahkan buat Pemeliharaan Buoy Ina-TEWS

Nurofia Fauziah

5 Fenomena Gerhana Matahari Total yang Pernah Terjadi di Indonesia, Tahun 1983 Paling Mencekam

Nurofia Fauziah

Jawaban Sains Kenapa Bayangan Puncak Gunun Api Ini Seperti Piramida

Nurofia Fauziah

Peneliti Kembangkan Obat Alternatif Tangkal Virus Corona dari Senyawa Propolis

Nurofia Fauziah

7 M Ashera Bisa Sampai Rp 1 12 Jenis Kucing Paling Mahal di Dunia

Nurofia Fauziah

Berikut Fakta Unggas Satu Ini Bebek Dijadikan Google Doodle dalam Peringatan Hari Ibu

Nurofia Fauziah

Perubahan Warna Langit Jadi Pertanda? Topan Hagibis Terjang Jepang Hingga Tewaskan 4 Orang

Nurofia Fauziah

Peneliti Asal Australia Klaim Telah Temukan Obat Efektif Sembuhkan Covid-19 Virus Corona Meluas

Nurofia Fauziah

Leave a Comment