Metropolitan

Guru Bimbel Merudapaksa Muridnya Selama 2 Tahun, Mengaku Pernah Jadi Korban Hingga Bukti Fisik

Guru bimbingan belajar (Bimbel) merudapaksa murid privat selama dua tahun. Peristiwa itu terjadi di Serpong, Tangerang Selatan. Imam Baihaki (24), tersangka pencabulan akhirnya ditangkap Polres Tangerang Selatan.

Tersangka pencabulan bernama Imam Baihaki (24) masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Tangsel. Sang murid JEA yang baru berusia 15 tahun diancam akan mendapat nilai jelek jika tidak mengikuti arahan hasrat bejat si guru. Korban, JEA baru berani melaporkan perbuatan mesum itu ke ibunya setelah ia merasakan sakit di bagian anus akibat ulah sodomi Imam.

Wakapolres Tangsel, Kompol Arman yang didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, menjelaskan, pencabulan yang dilakukan Imam dari mulai oral seks sampai sodomi. "Jadi korban dioral kemaluannya, kemudian sampai dengan tahap terakhir itu penetrasi terhadap anus korban. Dari visum audah jelas ada kerusakan atau sobek di bagian anus korban," ujar Arman saat gelar rilis kasus tersebut, di Mapolres Tangsel, Jumat (28/6/2019). Laiknya seorang predator pedofil, Imam terus melakukan aksi bejatnya selama dua tahun ia mengajar.

Kompol Arman menyebutkan korban tak ingat pasti berapa kali pencabulan itu dilakukan. Namun intensitasnya cukup sering dan diperkirakan sampai puluhan kali. "Bimbel tersangka sudah berlangsung selama dua tahun dari tahun 2017 bukan Juli sampai dengan Mei 2019, jadi hampir selama dua tahun dilakukan pencabulan terhadap korban," tambahnya.

Aksi bejat itu dilakukan selalu di rumah korban, saat jam bimbel. "Selama dua tahun itu bertahap dari oral, dipegangi penisnya korban dengan tahap terakhir sampai penetrasi. Berkali kali mungkin ya sering, jadwal privat seminggu sekali," ujarnya. Sampai saat ini, Polres Tangsel baru menerima satu laporan, dari orang tua JEA.

Arman berharap jika ada kejadian serupa atau yang dilakukan oleh tersangka yang sama, segera melapor ke Polres. "Mungkin bisa disebarkan agar ketahuan jika ada korban yang lain," jelasnya. Atas perbuatan pencabulan terhadap anak di bawah umur, pedofil itu dijerat pasal 82 Undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 dengan hukuman maksimal 15 tahun.

Kekerasan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur bukan tak mungkin menimbulkan trauma. Hal itu yang terjadi pada Imam Baihaqi (24), seorang guru bimbingan belajar, tersangka kasus pencabulan terhadap murid privatnya sendiri. Aksi bejat itu sudah dilakukan Imam selama dua tahun dari awal mengajar pada 2017 lalu secara terus menerus, perkiraan sementara mencapai puluhan kali.

Hasil visum menunjukkan ada luka sobekan di anus korban. Hal itu senada dengan laporan orang tua korban yang menyebut Imam sampai melakukan sodomi. Namun di balik itu, pihak kepolisian mendapat cerita lain soal Imam. Wakapolres Tangsel, Kompol Arman, mengatakan, Imam juga pernah menjadi korban pencabulan saat masih kanak kanak.

Atas hal itu, dan perbuatan cabulnya, Imam akan diperiksa psikologinya. "Kita akan periksa psikoligis, kemudian bekerja sama dengan P2TP2A karena dari interogasi tersangka didapatkan keterangan atau fakta yang bersangkutan pun menjadi korban pencabulan," ujar Arman, didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel, saat gelar rilis kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Jumat (28/6/2019). "Itulah bahayanya jika ada kekerasan terhadap anak, itu menimbulkan trauma yang mendalam, dan ini sangat sulit untuk kita hilangkan makanya kita bekerja sama dengan P2TP2A," tambahnya.

Atas perbuatan pencabulan terhadap anak di bawah umur, pedofil itu dijerat pasal 82 Undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 dengan hukuman maksimal 15 tahun. Beberapa waktu belakangan kejahatan pedofilia marak diberitakan. Pedofilia sendiri adalah salah satu kelainan seksual yang menjadikan pelakunya terobses melakukan dan melampaskan hasrat seksualnya terhaap anak ank di bawah umur.

Berikut berbagai ciri pedofil online yang patut diwaspadai dilansir CewekBanget.ID. Orang dewasa ketika secara seksual tertarik terhadap lawan jenisnya biasanya ia akan cenderung merendahkan suaranya dan menyiagakan sikap untuk menarik perhatian. Bagi pedofil, cara serupa juga mereka lakukan untuk menarik perhatian anak anak.

Dilansir dari sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, mantan ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait menerangkan bahwa seorang pedofil cenderung memiliki sifat obsesif yang berlebihan. Ia akan terus mengejar sasaran yang ditentukannya dan tidak akan berhenti sebelum sasaran itu tercapai. Ciri pedofil lainnya adalah memiliki sifat introvert yang artinya suka menyendir dan terkesan tertutup dari kehidupan sosial.

Namun bukan berrti semua orang yang memiliki sifat introvert bisa dikatakan sebagai pedofil. Seorang pedofilia cenderung memiliki gangguan seperti anti sosial, borderline, narsistik, dan ketergantungan. Mengetahui predator online tanpa bertemu langsung bisa diihat dari caranya yang terus terusan memaksa untuk bertemu.

Ajakan untuk bertemu seringkali membuktikan kalau dia sudah terlihat obsesif. Kalau sudah seperti itu, kita wajib mempertanyakan motifnya. Predator online sering kali melayangkan pujian pujian yang berlebihan untuk mempengaruhi korbannya. Kita perlu curiga juga ketika seseorang menawarkan karir modeling setelah melihat foto yang kita post pada media sosial. Ketika seseorang meminta informasi personal lewat media sosial, kita juga perlu merasa curiga. Jangan memberi informasi personal seperti nomer telefon dengan mudah ketika diminta.

Tanda tanda lain yang perlu kita waspadai dari seorang predator online adalah ketika orang tersebut mulai mengancam. Ancaman yang mereka lakukan bertujuan untuk menakuti korbannya.

Berita Terkait

BERITA POPULER: Viral Penampakan Pocong di Tangerang, Polisi Akhirnya Ungkap Fakta yang Sebenarnya

Nurofia Fauziah

Pemprov DKI Jakarta Larang Skuter Listrik Lintasi Jalan Raya & Jalur Sepeda dari Hari Ini

Nurofia Fauziah

Saya Wakili Pendukung Anies yang Marah Laporkan Ade Armando menuju Polisi Fahira Idris

Nurofia Fauziah

Diperkuat 20 Armada & Masih Gratis TransJakarta Buka Rute Baru

Nurofia Fauziah

Polda Metro Jaya Ciduk 186 Bandit Jalanan Dalam Lima Hari

Nurofia Fauziah

Layanan MRT Jakarta Digratiskan Karena Tapping dan Pembelian Tiket Lama

Nurofia Fauziah

Tiga JPO Kekinian di Jakarta Rusak Akibat Pengguna Skuter Listrik Tak Bertanggung Jawab

Nurofia Fauziah

Pengakuan Aulia Kesuma terkait kasus Pembunuhan Suami dan Anak Tiri, Menyesal dan Ingin Bunuh Diri

Nurofia Fauziah

Kepergok Cabuli Penumpang di KRL, HH Terancam 15 Tahun Pidana Penjara

Nurofia Fauziah

Polsek Pamulang Beri Siswa Penyuluhan Waspadai Orang Tak Dikenal Pasca Teror Minta Ginjal Anak SD

Nurofia Fauziah

Yang Ingin Sehat Badannya Bershalawatlah yang Ingin Lancar Rezekinya Pesan Maulid Nabi

Nurofia Fauziah

Peringati Hari Kartini, Polwan Gelar Atraksi Kolone Senjata di Arena Car Free Day

Nurofia Fauziah

Leave a Comment