Internasional

Donald Trump Sempat Ancam Demo Bela George Floyd Ricuh hingga Tentara Nasional Diterjunkan

Demo membela George Floyd di hampir seluruh penjuru Amerika Serikat banyak yang berlangsung ricuh. Pihak pemerintah di berbagai wilayah akhirnya menerjunkan tentara nasional untuk ikut mengawal dan mengamankan jalannya demo. Penurunan garda nasional ini sempat dilontarkan Presiden AS Donald Trump dalam ancamannya kepada Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey.

Wali Kota San Francisco, London Breed, akhirnya memutuskan untuk memanggil tentara nasional California untuk mengawal demo, Sabtu (30/5/2020). Breed menyayangkan demo yang tujuan awalnya positif malah bergeser menjadi saling menyakiti satu sama lain. "Apa yang kami saksikan malam ini, kekerasan, vandalisme, dan aksi kriminal dilakukan di kota kami, bukan kepada benda mati saja namun kepada orang lain," kata Breed.

"Itu adalah hal yang tidak akan kami toleransi," tegasnya. Di Kota Emeryville yang tak jauh dari San Fransisco sempat terekam penjarahan besar besaran serta pengrusakan supermarket seperti Best Buy, BevMo, hinga Urban Outfitters. Para warga San Fransisco mengaku ketakutan hingga tak bisa tidur nyenyak lantaran khawatir apa yang akan terjadi esok hari.

Diketahui, di berbagai negara bagian, para gubernur juga memanggil tentara nasional sebanyak yang bisa dikerahkan untuk mengamankan daerahnya. Sebelum gelombang protes semakin meluas di hampir seluruh penjuru AS, Trump sempat mengancam akan menerjunkan tentara nasional. Hal itu diungkapkan sang presiden melalui Twitter @realDonaldTrump, Jumat (29/5/2020).

Trump mengaku tidak tahan melihat kekacauan itu dan menganggap Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey tidak mampu untuk memimpin kotanya. Trump juga mengancam, jika sampai Jacob Frey tak bisa mengontrol kekacauan itu, maka ia akan menerjunkan tentara nasional. "Aku tak bisa tinggal diam dan menyaksikan ini terjadi di kota yang hebat di Amerika, Minneapolis.

Kurangnya kepemimpinan. Pilih wali kota sayap kiri radikal Jacob Frey, segera bertindak dan mengontrol kota, atau aku akan mengirim tentara nasional untuk melakukan pekerjaannya dengan benar," cuit Trump. Trump mengaku sudah menghubungi Gubernur Minnesota, Tim Walz untuk membahas soal pasukan militer. Ia menganggap kekacauan dalam demo itu justru merendahkan martabat George Floyd dan harus segera dihentikan.

"Preman preman ini tidak menghormati kepergian George Floyd, dan aku tidak akan membiarkan itu (kekacauan) terjadi. Aku baru saja bicara dengan Gubernur Tim Walz dan berkata padanya bahwa pasukan militer akan mendukung langkahnya. Kesulitan apapun, maka kami akan mengambil kendali. Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai. Terima kasih!" cuit Trump.

Kalimat Trump "Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai" dianggap pihak Twitter menyalahi aturan karena mengagungkan tindak kekerasan. Awalnya, cuitan tersebut hanya disembunyikan sehingga pengguna Twitter masih bisa mengaksesnya. Twitter beralasan minat pengguna Twitter untuk membaca cuitan Trump tersebut tinggi.

Namun, cuitan itu akhirnya dihapus dan tak dapat diakses lagi. Daniel Linskey, mantan kepala polisi di Boston, Massachusetts, AS, menganggap ada penumpang gelap dalam demo membela George Floyd. Linskey menyebut ada kelompok tertentu yang memanfaatkan momen demo itu untuk membuat kekacauan yang lebih parah di tengah masyarakat AS.

Melihat banyak kericuhan terjadi dalam demo bela George Floyd, Linskey teringat peristiwa penembakan remaja kulit hitam, Michael Brown pada 2014 lalu. Pihaknya mendapati ada percakapan yang mencurigakan di Twitter dan diduga sebagai pihak teroris. "Ketika saya di Ferguson untuk (Departemen Kehakiman) bersama dengan jajaran pemerintah Obama setelah penembakan Brown," ungkap Linskey.

"Kami melihat ada beberapa grup teroris dan organisasi di Pakistan dan wilayah lain yang membuat akun Twitter palsu dan rekayasa. "(Akun Twitter) berkomunikasi dua arah, seolah mengasingkan satu sama lain dan muncul ke publik," sambungnya. Sementara itu, menanggapi pembunuhan George Floyd oleh Derek Chauvin, Linskey mengaku benci melihat peristiwa rasisme itu.

Linskey menilai, tak ada orang yang tidak benci dengan peristiwa kejam itu. Ia pun setuju dengan antirasisme yang digaungkan oleh peserta demo. "Tak ada pihak lain di sini (selain pendukung George Floyd). Polisi setuju dengan para demonstran bahwa ini keterlaluan, polisi (Derek Chauvin) harus dimintai pertanggungjawaban," tegasnya.

Meski demikian, Linskey mengimbau masyarakat untuk waspada karena adanya penumpang gelap dalam demo. "Tapi sekarang ada orang orang yang membajak kemarahan warga, yang seharusnya sah sah saja karena masalah rasisme dalam masyarakat," ujar Linskey. "Dan mereka menggunakannya (demo) untuk melakukan kekerasan demi tujuan mereka sendiri," imbuhnya.

Linskey meminta para pendemo untuk tidak mudah terhasut orang lain yang mengatasnamakan diri mereka sebagai pembela George Floyd.

Berita Terkait

Seorang Remaja Tewas demi Selfie Bagus, sebelumnya Panjat Tiang Listrik 30 M dan Terjatuh

Nurofia Fauziah

Diduga Sebabkan Ledakan di Beirut 30-40 Kantong Kembang Api Disimpan Segudang dengan Amonium Nitrat

Nurofia Fauziah

Selamat Hari Down Syndrome Sedunia! Yuk Simak Sejarah Hari Down Syndrome

Nurofia Fauziah

Pemilik RS di Bangladesh Ditangkap Polisi Palsukan Ribuan Tes Covid-19 Jadi Negatif

Nurofia Fauziah

Tulis Catatan Pilu Aktris India Preksha Mehta Tewas Bunuh Diri karena Tak Punya Job saat Pandemi

Nurofia Fauziah

Mereka Membunuh Tamumu di Rumahmu . . . Pesan Pemimpin Tertinggi Iran kepada PM Irak

Nurofia Fauziah

Penahanan Tiga Suporter Indonesia di Malaysia Terkait Penyebaran Isu Teror KBRI

Nurofia Fauziah

Aktor Netflix Italia Terjebak dengan Jenazah Corona Berjam-jam

Nurofia Fauziah

Sempat Lakukan Perjalanan & Gejala Bronkitis Ringan Penuturan Pasien Covid-19 di Alaska

Nurofia Fauziah

Rusia Tawarkan Diri Jadi Juru Damai Atasi Konflik Pakistan India Yang Memanas

Nurofia Fauziah

Wuhan Bersiap Buka RS Khusus Virus Corona yang Dikerjakan Kilat 8 Hari

Nurofia Fauziah

Masjid Alih Fungsi Jadi Bank Makanan Hingga Simpan Mayat Saat Wabah Corona Diimbau Ibadah di Rumah

Nurofia Fauziah

Leave a Comment