Pendidikan

Campus Spain Tawarkan Pelajar Indonesia Lanjutkan Studi ke Spanyol

– Kuliah di luar negeri bagi kebanyakan orang memang masih jarang terpikirkan. Alasan utama sudah pasti adalah tingginya biaya masuk universitas dan juga ongkos untuk hidup sehari hari yang menjadi beban pikiran mengingat jauhnya perbedaan nilai mata uang, apalagi seperti negara negara di Eropa. Itulah yang menyebabkan mayoritas masyarakat untuk membenamkan keinginan menimba ilmu di luar negeri.

Namun, pada kenyataannya apa yang dipikirkan dan dikhawatirkan itu tidaklah sepenuhnya benar. Pasalnya tidak sedikit juga institusi pendidikan di luar negeri yang memberikan kemudahan bagi pelajar asing dengan sejumlah program. Seperti halnya salah satu negara di Eropa, yakni Spanyol. Pemerintah Negeri Matador itu memberikan subsidi hingga 80% bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di sana. Pemerintah Spanyol menunjuk Campus Spain sebagai institusi swasta yang mendapatkan otoritas penuh dalam membantu murid murid internasional untuk mendapatkan akses informasi apapun tentang pendidikan dan hal hal pendukungnya.

Gonzalo Martinez, Director of Campus Spain mengatakan keuntungan paling utama dalam melanjutkan studi S2 & S3 di Spanyol yaitu biaya kuliah yang sangat terjangkau & sangat murah dibandingkan di negara Eropa lainnya. “Seperti contohnya pada program S2 di universitas universitas negeri di Spanyol berkisar kurang lebih Rp 12.000.000, per tahun,” ungkapnya di pameran World Post Graduate Expo 2019 di JCC, Jakarta, Minggu (14/4/2019). Hal yang perlu diketahui khalayak umum, studi di Spanyol memakai bahasa pengantar Spanyol, terutama di universitas universitas negeri. Untuk itu, murid diwajibkan untuk belajar bahasa Spanyol di tahun pertama.

“Campus Spain menawarkan dan menjembatani para murid untuk belajar bahasa, kebudayaan, adaptasi dengan lingkungan, komunitas, serta persiapan masuk kuliah yang dikenal dengan ‘Español LCA’. Program tersebut diselenggarakan di Universitas Vigo, di bawah divisi pusat belajar bahasa oleh University of Vigo Foundation selama 10 bulan,” terang Gonzalo. Lebih menarik lagi, setelah menguasai bahasa Spanyol dan telah beradaptasi dengan budaya serta lingkungan di sana, mahasiswa akan bisa melakukan kerja paruh waktu. Tentunya hal itu akan sangat mendukung dalam pemenuhan biaya hidup. “Kuncinya adalah bahasa dan adaptasi, ketika telah menguasai bahasa Spanyol maka penduduk di sana akan sangat menerima, hingga dianggap seperti warga lokal. Jika sudah seperti itu, selanjutnya bisa bekerja paruh waktu,” tambahnya.

Sebagai informasi, untuk pekerja paruh waktu di Spanyol akan menerima upah atau honor antara 8 hingga 10 Euro, yang jika dirupiahkan maka sekitar Rp 127 ribu hingga Rp 159 ribu per jam. Pada tahun 2019 ini, para murid Indonesia masih mempunyai kesempatan untuk ikut dan mendaftar program LCA di bulan Oktober 2019. Program tersebut tentu saja terbuka untuk segala usia, dengan persyaratan minimum lulus & memiliki ijazah SMA. Setelah selesai program LCA, murid baru bisa melanjutkan studi kuliahnya S1 maupun S2 & S3 di Spanyol. Semua proses pengurusan dokumen dari awal hingga akhir akan dibantu oleh Campus Spain, sebagai institusi yang diotorisasi oleh pemerintah Spanyol.

Berita Terkait

Satuan buat Menghitung Kekuatan Gempa Kenali Skala Mercalli Selain Skala Ritcher

Nurofia Fauziah

Ibunda Terpukul Pernah Tak Naik Kelas & Dibilang Tak Punya Masa Depan Kisah Pilu Ciputra Kecil

Nurofia Fauziah

Unika Atma Jaya Kembali Gelar Social Entrepreneur Marketplace  

Nurofia Fauziah

Jepang Beri Donasi Hijaukan Istana Panda Indonesia

Nurofia Fauziah

Moestopo & JUIDA Gelar Workshop Kembangkan Pemanfaatan Teknologi Drone buat Edukasi

Nurofia Fauziah

Gubernur Anies Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Bisa Jalankan Aktivitas Belajar Mengajar

Nurofia Fauziah

English Prediction Test for TOEFL untuk Tingkatkan Penguasaan Bahasa Inggris Mahasiswa UBSI

Nurofia Fauziah

Link Pendaftaran UTBK Gelombang II, Simak Alur Lengkapnya hingga Cetak Kartu, Segera Daftar!

Nurofia Fauziah

Komitmen UNTAR Membangun Pendidikan Indonesia

Nurofia Fauziah

Panglima TNI : Mendidik Anak Dimulai Sejak Usia Dini

Nurofia Fauziah

KLIS Primary, Sekolah Islam Multikultural Berbasis Cambridge di Sentul

Nurofia Fauziah

Alasan hingga Waktu Pelaksanaan Nadiem Makarim Jawab soal Wacana Penghapusan UN

Nurofia Fauziah

Leave a Comment