Bisnis

Alur Bisnisnya Pakai Aplikasi Investasi Bodong MeMiles Seret Nama Penyanyi Ello

Nama penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello terseret kasus investasi ilegal berbasis aplikasi androind bernama MeMiles. Seperti apa alur bisnisnya? Sang manajer Petra membenarkan bahwa Ello ikut berinvestasi dalam MeMiles yang dinaungi oleh PT Kam and Kam. "Semua ikut, aku aja ikut, semua ada kami banyak yang ikut kayak gitu kan," kata Petra melalui sambungan telepon, Jumat (3/1/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun, Petra mengatakan bahwa Ello belum mengetahui MeMiles tempatnya berinvestasi itu ternyata bodong. Polda Jawa Timur menyebut bahwa MeMiles melakukan praktik penipuan berkedok investasi yang meraup omzet mencapai Rp 750 miliar dalam delapan bulan. Bagaimana alur bisnis investasi MeMiles ini?

Faldian (40) satu di antara korban investasi bodong berbasis aplikasi MeMiles mengungkap, sistem member di dalam bisnis tersebut. Menurutnya, struktur tertinggi dalam bisnis yang dijalankan 'PT Kam and Kam' dimulai dari Level Master, Level Leader, Level Agen, dan terakhir Level Member. Penentuan seorang member bisa menempati struktur level tertinggi atau Level Member, dilihat jumlah nominal Top Up yang dibayarkan selama menggunakan aplikasi 'MeMiles'.

"Kan perusahaan baru akan cari orang, yang masuk akan jadi masternya. Kemudian masternya cari orang baru lagi," kata Faldian. "Misalnya mau jadi agen, terus top up 5 juta, terus cari barang seharga 5 juta, Nah Anda jadi agen," katanya. Lalu bagaimana para agen maraup keuntungan?

"Siapa saja ada member di bawahnya, si agen dapat 10 persen (dari nilai nominal top up yang dilakukan para membernya, red)," terang warga asal Cijantung, Depok itu. Hal itu hanya bisa diperoleh dengan cara 'nebeng' member lain yang telah lebih dahulu mengaktivasi aplikasi tersebut. "Jadi saya ikut orang yg sudah pernah lebih dulu ikut, dia punya kode atau password, kode reveral gitu," tutur konsultan perencanaan pengawasan bangunan itu.

Menurutnya jaringan bisnis investasi tersebut terbilang besar, ia mencatat ada ratusan ribu member yang telah mendaftar dan menginstal aplikasi tersebut. "Tapi orang yang gabung itu dari luar negeri juga ada. Tapi ya orang Indonesia juga si di luar negeri," jelasnya pria berkemeja lengan pendek warna kuning itu. "1 Orang aja bisa ratusan juta. Kalau dilihat di aplikasi, nominalnya hampir 600 miliar, itu omset nasionalnya. Per hari itu naiknya bisa Rp 10 miliar," tuturnya.

Sedangkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyita sebuah nomor rekening yang berisi Rp 120 miliar. "Tapi ini yang bisa kami bawa kesini ada Rp 50 Miliar. Kami akan usut terus," kata Luki di depan Gedung Tri Brata Mapolda Jatim.

Berita Terkait

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun hingga 16 Persen, Garuda Mengaku Semakin Tertekan

Nurofia Fauziah

Bus Apron di Ngurah Rai Diusulkan Berusia Tak Lebih dari 10 Tahun 2 Kali Terbakar

Nurofia Fauziah

Teknologi Aerospace di Indonesia Berkembang, Honeywell Kuasai 80 Persen Pasar

Nurofia Fauziah

Menteri Airlangga Beri Waktu 3 Bulan kepada Pemda buat Siapkan Kartu Pra Kerja

Nurofia Fauziah

Irfan Hakim & Omesh Prihatin Dengan Kasus Bandung Makuta

Nurofia Fauziah

IPC capai Penghargaan Annual Report Award 2018

Nurofia Fauziah

Jokowi Sebut Perlu Destinasi Wisata Baru buat Penambahan Devisa

Nurofia Fauziah

Terapkan Bagasi Gratis, Penumpang Pelni Naik 28 Persen

Nurofia Fauziah

Pastikan Cara Bayar & Alamat Sesuai Pesta Diskon 11.11 Siap Dimulai

Nurofia Fauziah

Menhub Minta Penyedia Jasa Transportasi Online Perhatikan Kesejahteraan Driver

Nurofia Fauziah

Masuknya Nadiem Makarim di Kabinet akan Undang Banyak Investasi di Indonesia

Nurofia Fauziah

5.412 Bus Tak Lulus Ramp Check buat Angkutan Nataru

Nurofia Fauziah

Leave a Comment